Rilis Press: Aksi Penolakan PPI Berlin, PPI Jerman & NU atas Kedatangan Komisi I DPR-RI

Teman-teman seperhimpunan,
pada tanggal 24 April lalu, kami dari Jerman sepakat menolak kedatangan para Wakil Rakyat yang kembali menghamburkan-hamburkan uang rakyat untuk kunjungan kerja ke luar negeri. Setelah membacakan pernyataan, kami menegaskan protes kami dengan melakukan aksi walk-out. Saya yakin banyak teman-teman yang mempertanyakan alasan di balik aksi kami. Silakan baca keterangan kami mengenai itu di rilis pers di bawah ini.
Apabila ada yang menanyakan, “Ko gak dialog sih?” Percayalah, itu sudah kami lakukan dulu-dulu. Dialog bukan satu-satunya jalan; terkadang aksi juga perlu dilakukan. Perlu dicatat, kami tidak pergi begitu saja tanpa mengharapkan tanggapan. Sebelum pergi, kami telah meninggalkan alamat email supaya mereka bisa mengontak kami. Kami ingin mereka berpikir sebelum menjawab; karena bukan ocehan diplomatis yang negeri ini butuhkan, tetapi perbaikan dan peningkatan…
Sebetulnya memang tidak perlu banyak dilakukan diskusi untuk memenuhi tuntutan kali ini. Transparansi, Laporan, Keprihatinan. 3 hal sederhana yang seharusnya sudah mereka pegang baik-baik ketika duduk sebagai Wakil Rakyat. Anggaplah aksi kami ini sebagai salah satu cara mengingatkan; untuk sedikit “menampar” mereka yang tertidur.
Rilis pers bisa teman-teman temukan lewat 3 cara. Baca langsung di bawah ini, di attachment, atau di website PPI Jerman. Untuk yang ingin lihat video rekamannya, silakan lihat lampiran.
A.n PPI Jerman,
Salam hangat, Hartono Sugih
**************************

 
 
Berlin, 26 April 2012
Nomor : 054/II-F-1/PR-PPIJ-201012/25042012
Lampiran : Link Video Pernyataan Penolakan
Perihal : Rilis Pers Penolakan PPI Jerman Atas Kedatangan Komisi 1 DPR-RI

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan  Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi 1  DPR-RI yang datang ke Jerman. Untuk mendiskusikan dan merumuskan  pernyataan penolakan ini, PPI juga mengajak berbagai organisasi dan  elemen masyarakat, namun ketiga organisasi inilah yang bisa hadir dalam  pertemuan tersebut. Penolakan ini disampaikan secara bersama oleh para  mahasiswa-mahasiswi yang hadir di acara tatap muka dengan para wakil  rakyat. Acara tersebut berlangsung di KBRI Berlin, dengan dihadiri oleh  para anggota DPR-RI Komisi 1 beserta keluarga dan rombongan, para  pejabat dan staf KBRI-KJRI Jerman, juga sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat setempat.

Ada pun anggota-anggota DPR yang hadir pada saat itu adalah:

H. TRI TAMTOMO, SH; Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

DR. NURHAYATI ALI ASEGGAF,M.SI; Fraksi Partai Demokrat

H. HAYONO ISMAN. S.IP, Fraksi Partai Demokrat

VENA MELINDA, SE.; Fraksi Partai Demokrat

AHMED ZAKI ISKANDAR ZULKARNAIN, B.Bus; Fraksi Partai Golongan Karya

Drs. H.A. MUCHAMAD RUSLAN; Fraksi Partai Golongan Karya

IR. NEIL ISKANDAR DAULAY; Fraksi Partai Golongan Karya

TANTOWI YAHYA; Fraksi Partai Golongan Karya

YORRYS RAWEYAI; Fraksi Partai Golongan Karya

LUTHFI HASAN ISHAAQ, MA; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Sebelum pernyataan dikeluarkan, seorang mahasiswa sempat mengutarakan  pertanyaan retoris untuk menyentil kedatangan Komisi 1, antara lain  mempertanyakan sikap anggota DPR yang senang berbondong-bondong keluar  negeri bak orang desa rindu ke kota, apalagi dengan ekstra membawa  keluarga dan rombongan yang dipastikan akan mengganggu kinerja  perwakilan RI setempat, misalnya yang paling nyata adalah pelayanan  imigrasi. Perlu diperhatikan, setiap keluarga tamu negara mendapat  pelayanan yang sama dengan tamu negara yang sebenarnya. Dengan sumber  daya KBRI yang terbatas, apa lagi dengan dikuranginya anggaran untuk  perwakilan RI oleh Pusat sebanyak 37%, maka bisa dibayangkan betapa  terganggunya kinerja perwakilan RI yang kedatangan rombongan wisatawan  negara. Kunjungan kerja tentu saja baik, selama itu transparan, efektif, dan efisien. Mengikuti rentetan pertanyaan retoris tersebut, pernyataan pun kemudian dikeluarkan.

Dalam pernyataan penolakanya, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU menuntut tiga hal, yaitu transparansi, laporan, dan pengertian dari para wakil rakyat, yang mana dalam pernyataan mereka dijabarkan sebagai berikut:

  1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri  beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus  dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
  2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.
  3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan  terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan  KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika  pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.

Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar 3,1 miliar Rupiah yang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI  Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak kedatangan  Ibu Bapak Wakil Rakyat beserta keluarga dan rombongannya. Apabila ingin menanggapi, para anggota DPR yang hadir saat itu dipersilakan untuk melayangkan tanggapannya ke: contact@ppi-jerman.org

Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa yang tergabung dalam PPI,  bersama dengan perwakilan NU Cabang Istimewa Jerman, sepakat untuk  mempertegas protes mereka lewat aksi walk-out. Langkah dialog sebetulnya sudah dipikirkan; namun belajar dari pengalaman yang terdahulu,  berdialog sama sekali tidak membuahkan perbaikan berarti. Selain itu  mereka percaya, bukan diplomasi yang diperlukan Indonesia, melainkan  aksi. Dan memang sebetulnya tidak perlu banyak dilakukan diskusi untuk  memenuhi tuntutan yang disampaikan para mahasiswa kali ini.

Transparansi, Laporan, Keprihatinan. 3 hal sederhana yang seharusnya sudah dipegang  baik-baik oleh para Wakil Rakyat ketika mereka duduk di gedung DPR. Para mahasiswa melihat aksi protes skala kecil ini sebagai salah satu cara  mengingatkan; untuk sedikit “menampar” mereka yang tertidur.

Selain itu mereka berharap agar aksi ini dapat menjadi renungan bagi para  anggota DPR supaya lebih serius dalam menjalankan amanah yang telah  mereka terima dari rakyat. Setelah mohon diri, para mahasiwa yang  tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU, mengakhiri prosesi  yang berlangsung damai tersebut dengan berjalan meninggalkan ruangan  sambil dilontari tanggapan kekesalan dari orang-orang yang merasa “tertampar”. [PPIJ/PPIB]

 

 

*****

Lampiran:

Link Video Pernyataan Penolakan

http://www.youtube.com/watch?v=95-pAGcKG1Q


10 Tahun Dalam Kenangan: Wulfram Prihadi

 

 

 

 

 

 

 

“Everyday is always another chance to be better, to be like you.”

Bukan Batman jagoanku, bukan Superman, bukan juga Ariel Peterpan. Si mbah, Mbah kakung Wulfram Prihadi.. Dialah jagoanku, idola dan selalu menjadi soulmate-ku selama 13 tahun awal hidupku.

Selalu dalam kenangan, terngiang dalam benak segala dongeng malam  dan sentuhan kasih seorang kawan, yang membuka hati dan pikiran bocah kecil yang ada dalam diriku sampai sepuluh tahun silam.

10 tahun berlalu, semoga dia selalu dalam berkat dan lindungan, dalam tenang dan damai, bahagia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kutitipkan salam lewat doa dan pengharapan, semoga aku bisa selalu lebih dekat menjadi seorang Wulfram Prihadi.


Tips ringan: Melamar Kerja (Werkstudent) di Jerman untuk BWL-er

“Anschreiben & Lebenslauf  > Prestasi Akademis “

Beberapa waktu terakhir ini, saya banyak berdiskusi dengan beberapa teman, baik teman-teman se-kampus maupun teman-teman Indonesia di Nürnberg mengenai CARI KERJA. Kita bicara soal cari kerja sesuai dengan bidang studi kita alias Werkstudent(Working Student), khususnya dalam dunia Bisnis & Ekonomi (Business Administration/ BWL). Saya pikir ini menarik untuk ditulis, karena ternyata mind-set yang beredar di realita punya potensi untuk membuat „jiper“ para mahasiswa pencari kerja. Egal apa pun itu motivnya: Mencari tambahan penghasilan, mengisi CV, mencari pengalaman atau kombinasi dari mereka, berdasarkan pengalaman pribadi, mendapatkan Werkstudenttätigkeit itu do-able loh!

Saya mulai berkutat dengan  pencarian Werkstudent/Praktikum (Internship) sejak tahun 2009 akhir, saat saya mulai menyadari, „Hey, sebentar lagi studi Bachelor saya berakhir „ dan sialnya, nasib berada diantara mahasiswa FH (Fachhochschule), adalah suatu “keharusan” bahwa kita keluar kampus dengan berberkal ijazah dan pengalaman kerja yang mencukupi.

Masalah saya saat itu sama seperti yang lain. Dalam setiap kali pertama mencari pekerjaan, kita pasti ingin pekerjaan SESUAI BIDANG & KEMAMPUAN di PERUSAHAAN YANG SESUAI DENGAN SELERA KITA, baik itu dari segi reputasinya, besarnya, ikim bekerja etc. Hal ini penting untuk disadari, APA SIH KETERTARIKAN SAYA, DI PERUSAHAAN SEPERTI APA SAYA INGIN BEKERJA, APA EKSPEKTASI SAYA DI SANA. Berpikir demikian memperluas ruang imajinasi kita, karena bagaimana pun juga selalu ada kemungkinan bahwa (meskipun sekedar iseng saja) pekerjaan yang akan kita dapatkan bisa menjadi prospek dan mungkin awal dari karir kita sebagai BWL-er.

JANGAN BERPIKIR MAINSTREAM, BANYAK ALTERNATIF UNTUK MENJADI HIRE-ABLE!

Layaknya lamaran-lamaran lainnya, kita butuh BEWERBUNGSMAPPE (Resume) untuk melamar pekerjaan.  Dan percaya atau tidak, nilai/prestasi akademis kita (sering kali) bukan patokan utama untuk menunjukkan diri kita dalam lamaran, bahwa kita adalah „a good catch“. Saya analogikan dengan cerita singkat saya, sebuah pengalaman presentasi hasil internship saya tahun lalu. Yang saya sadari adalah bahwa saya bukan native speaker dalam bahasa Jerman , dengan pencapaian bahasa saya selama ini, bahasa , pepatah atau vocab yang sophisticated tidak akan menjadi senjata utama saya untuk meraih poin maksimal. Oleh karena itu, saya memberikan effort ekstra dalam presentasi saya (dari design, animasi sampai penyajian) untuk menutup kelemahan bahasa saya. Believe it or not, it works! Demikian juga dengan lamaran kerja, ada banyak cara untuk meyakinkan recruiter, tidak melulu nilai atau pengalaman kerja! Jadi, lepaskan konsep mainstream bahwa cari kerja hanya melulu tergantung pada satu acuan: Nilai. Salah satunya adalah dengan menyajikan BEWERBUNGSMAPPE yang meyakinkan!

ANSCHREIBEN & LEBENSLAUF

Dalam lamaran, di luar dokumen yang diminta perusahaan yang bersangkutan, kita membutuhkan 2 dokumen penting yang selalu menjadi basic dan harus kita berikan perhatian khusus: ANSCHREIBEN (Cover Letter) dan LEBENSLAUF (CV). Dalam pencarian kerja terkahir saya, saya sempat berkonsultasi dengan seorang recruiter yang sekarang menjadi konsultan dalam sebuah lembaga career service. Berikut tips-tips yang saya dapatkan:

Lebenslauf:

  1. Tabelaris! (http://www.bewerbung-tipps.com/lebenslauf.php)
  2. Informatif, singkat padat jelas!
  3. Diurutkan dari informasi-informasi terpenting:
    1. Data Pribadi
    2. Schulbildung
    3. Praktisches Studiensemester  (Praktikum in Rahmen des Studiums)
    4. Praktika/Praxiserfahrung (Pekerjaan)
    5. Kenntnisse (EDV, Bahasa, etc)
    6. Ehrenamtliches Engagement (Aktifitas organisasi/Ekskul)

 

Anschreiben:

Anschreiben yang baik punya karakter S.P.J (Singkat, Padat, Jelas). Sesuai dengan Ausschreibung (Iklan). Apa yang mereka tulis dalam iklan itu, itulah yang mereka minta, tidak kurang tidak kurang, tidak lebih. Umumnya Ausschreibung pekerjaan (Werkstudent) berisi:

  1. Proyek/Pekerjaan yang bersangkutan
  2. Skill yang dibutuhkan
  3. Kondisi calon Werkstudent (Belastbarkeit, Flexible, Durchsetzungsfähigkeit)
  4. Eintrittstermin dan lama kontrak
  1. Hindari Bla..bla..bla.. Lebih baik to the point, sesuai poin 1.
  2. Untuk memungkinkan recruiter menyerap informasi tentang kita semaksimal mungkin, masih terkait dengan poin ke-2, usahakan agar Anschreiben kita hanya sebatas 1 lembar. Secara psikologis, recruiter menyerap paling banyak informasi di halaman pertama. Jika memang tidak bisa dilawan, bahwa lamaran kita harus memakan lebih dari 1 halaman, sajikan info terpenting di halaman pertama!
  3. Ketahui contact person/Ansprechpartner terkait lamaran tersebut. Anrede “Sehr geehrte Frau…/ Sehr geehrter Herr…” lebih baik dibandingkan “Sehr geehrte Damen & Herren“.
  4. Kennedy pernah berkata,“Don’t ask what your country can do for you, but ask what you can do for your country“. Demikian juga dalam lamaran. Hindari berpikir “Apa yang kita inginkan (ekspektasi) dari perusahaan terkait. Tapi apa ynag bisa kita berikan untuk mereka.
  5. Jujur lah dan tulis apa yang sesungguhnya tentang kita.
  6. Yang akan mendapatkan pekerjaan adalah mereka yang menguasai proyek/aktifitas yang bersangkutan. Entah apa pun temanya, kuasailah, google-lah, research-lah.
  7. Kenalilah perusahaan yang bersangkutan, seperti seakan-akan kita sudah bekerja di situ. Siapa vendor mereka? Siapa customer mereka, apa yang mereka lakukan, berapa Umsatz mereka tahun lalu? Etc.
  8. Kirim lamaran pada waktunya, secepatnya/dalam kurun waktu lamaran

PENGIRIMAN

Anschreiben dan Lebensauf ini umumnya akan dikirim per Email (es sei denn lamarannya online dengan formulir yang mereka sediakan di site terkait). Dalam penyajiannya, sangat disarankan bahwa Lebenslauf, Anschreiben berikut dokumen-dokumen terkait/diminta lainnya (Immatrikulation, Fotokopi Paspor, Notenspiegel, Zeugnisse) disajikan dalam satu dokumen PDF sebagai Bewerbungsmappe. Dan dalam pengirimannya, sangat disarankan bahwa email kita memiliki „signatur“, tidak harus elektronis berfungsi, tapi bertujuan untuk memudahkan recruiter untuk mengontak kita per email, telepon. Berikan mereka kenyamanan dalam hal yang terkait mengontak kita dsb, percayalah ini memudahkan jalan kita dalam melamar pekerjaan J.

Above all,

Kelengkapan dokumen adalah satu keharusan. Banyak perusahaan yang akhirnya tidak sampai membaca lamaran kita, karena dokumen kita tidak lengkap. Jadi pastikan, Anschreiben, Lebenslauf, Immatrikulationsbescheinigung,  Passkopie, Zeugnisse, …. . Lengkapkah?

HANG TOUGH! YOU ARE NOT ALONE!

Dengan optimalnya lamaran kita, singkat, padat, jelas, informatif dan inspiratif, kita bisa melamar perusahaan mana saja di mana saja. Memang nilai/prestasi akademis adalah satu patokan, tapi itu bukan segalanya. Motivasi yang kita tuangkan dalam tulisan lamaran kita bisa menutupi kekurangan kita baik dalam rata-rata nilai, pengalaman kerja kita atau lain sebagainya. Dari sebab itu juga, sediakan WAKTU untuk mempersiapkan lamaran kita, JANGAN MENYERAH dan BERSABARLAH. Practice makes perfect! Pekerjaan pertama yang saya dapatkan di sini terjadi setelah saya mengirim sekitar 20 lebih lamaran kerja ke berbagai penjuru Jerman dan dunia, pekerjaan saya saat ini saya dapatkan setelah lebih dari 10 lamaran saya obral ke berbagai perusahaa. Jangan jiper kalau lamaran kita tidak dijawab atau ditolak. Berpikirlah bahwa kita unik, punya kemampuan dan bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan bersangkutan. Arogannya, „rugi di mereka kalau mereka menolak saya“ ;) . Tetaplah percaya diri dan motivated. Nothing is impossible, we will get the job, yes we can!:)

Satu lagi, you are not alone! Banyak sekali mahasiswa BWL atau khususnya mahasiswa Indonesia yang menemui tantangan serupa dalam mencari Werkstudenttätigkeit. Saya salah satunya.  Jangan merasa tertinggal sendiri, teruslah berusaha niscaya kita akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai.


Life was easier… (My TOP 10: When Blackberry & Apple were just Fruits)

Life was easier when blackberry and apple were just fruits“. Yes, no? – Anonym all over twitter (I LIKE THIS ONE A LOT)

Pic: http://blog.vodafone.com.au/blog/wp-content/uploads/2011/09/blackberry-vs-apple.jpg

Ya sih, terlepas dari bahwa gwe adalah konsumen dari satu produk buah tersebut. Bukan hanya “merk buah-buahan” saja sebetulnya yang akhirnya bisa merangsang kalimat di atas, tapi juga media/sarana lain yang dalam dekade terkahir ini menjamur dan mengubah hidup dan cara kita hidup sehari-hari.

Sebut saja media sosial seperti facebook. Gwe butuh waktu lama untuk bisa tidak “tergantung” pada facebook, sampai gwe berhenti “kepo”  sama orang lain yang meng-update status di profile mereka. Semenjak ada media sosial seperti facebook, gwe merasa setiap orang yang registered di facebook seperti menyetujui tendensi bahwa mereka (well, termasuk gw) akan kehilangan privasinya atau punya akses ke privasi orang lain. Hal yang jelas masih tersimpan di kepala masing-masing beberapa tahun yang lalu. Dan bukan hanya itu, gadget+media itu sepertinya telah berfungsi ironis: mendekatkan kita satu sama lain di dunia maya, tapi malah menjauhkan kita satu sama lain pas sebelah-sebelahan (dan masih banyak lagi issue lainnya). Demikian juga dengan smartphones dan teman-teman inovatif nya yang telah mengubah cara  kita berpikir, berinteraksi dan bersilaturahmi.

Ada beberapa hal yang gwe kangenin, yang “baheula” masih bisa kita nikmati sebelum alat-alat/sarana-sarana ini ada. Here are my top 10 Uneg-uneg:

1. NANYA KABAR

Telepon instead of whatsapp/BBM/ I-Message apapun itulah. Lebih personal, lebih nyaman dan lebih enak. Ya gak sih?

2. DILEMA WHATSAPP/ BBM

Gw dan dia sedang Whatsappan/BBM an. 2 menit setelah perbincangan terakhir:

Dia: ” Kok gak dibales lagi sih?! gwe liat loh udah delivered!”

Gw: *sambil duduk di kloset, kehabisan kata-kata *

3. HARI BURUNG

Selamat ulang tahun ya, sang! (I hope you do rember it, not because you saw the calender on facebook)

4. WIKIPEDIA = Everything

Presentasi dapet bagus karena kita mempersiapkan, me-research etc. Sekarang siapa pun bisa karena sumbernya satu: WIKIPEDIA.

Yang maju duluan yang dianggap orisinil, karena dosennya pun gak tau kalo semua definisi dan analisa pro kontra itu dari wikipedia.

5. MENGHENINGKAN CIPTA MULAI!

Berempat di KFC. Bisa 10 menit mengheningkan cipta, sibuk dengan gadget masing-masing.

Ngomongin apa kek, “gimana weekend, gimana sekolah, gimana kantor, ngomongin ayamnya kek, kentangnya kek”.

Setiap bunyi “BING” “TOWEW” “TIT TIT” itu tanda 2-5 menit ke depan gwe dikacangin dan obrolan akan dimulai lagi dengan

“eh sori apa tadi?” *GUBYAK!*

6. SOTOY

Dia:  ”Eh lo single ya sekarang?”

Gw: “Hah? Enggak”

Dia: “Udahlah gausah malu, tuh status lo single di facebook”

Gw: *ape kate lo deh* (tau an facebook gw daripada gw sendiri)

7. SKSD

Dia: Halo Risang, temennya si X ya? Salam kenal ya!!

Gw: *garuk-garuk perut sambil melototin friend requestnya – “sampean iki sopo?”*

8. FOLLOW BACK YA!

Masa iya sih, kalo gw jalan di mall trus lo ikutin kemana-mana lo bakal teriak ke gw: “Ikutin gw juga ya, Sang!”?

9.  FOTO AIB DISUSUPKAN KE PUBLIK

Kalo gak hati-hati sama privacy account kita, semua orang paparazzi buat gw. Entah foto mana yang bakal masuk facebook dan jadi aib terbaru gw. Kalo gak mau begitu, satu-satunya cara untuk menghindarinya adalah dengan: lari-lari ngejar yang motret sambil teriak “Eh jangan di tag ya jangan di tag ya”.. Kalo yang motret banyak? *nah lo*

10.  RSVP (mungkin banyak dari kita even yang gak tau kepanjangannya apa)

I’m attending: kalo gak dateng ditanyain

I’m not attending: dianggep anti sosial

Maybe: Dibilang gak punya pendirian *LUUOOHHH!*

Hey, jangan salah kaprah! Gwe pun juga penikmat, pengguna dan jelas mungkin dianggap seonggok hipokrit yang nge-post kontradiksi dari apa yang gw lakukan juga. gak bisa ditolak, gw adalah bagian dari generasi Y, yang melewatkan masa ABG gw dengan facebook cs. Gak berarti gadget dan media-media itu disadvantaging gw all the time. Not at all!

I’m just saying….

Adanya mereka di dunia kita saat ini ada plus minusnya, yang plus? Yuk mari dilanjutkan.

Yang minus, jangan dikurangi tapi singkirkanlah. Things COULD be better tanpa keburukan-keburukan yang kita hasilkan lewat keberadaan media-media dan gadget-gadget ini. They should be making things easier not making them complicated!

Folks…. they are just things inside my head,

no offense .

no disrespect .

don’t get me wrong .

whatever.

Enjoy!


Facebook IPO: Lalu gimana?

Facebook? Go public?

Beberapa jam yang lalu, gwe cukup terkejut dan berhasil dipuaskan oleh tweet dari berbagai media internet yang segera meluncurkan artikel ringkas menanggapi “gossip” ini. Sejujurnya, kalau boleh sedikit curhat, gw cukup excited dan tidak sabar menunggu reaksi teman-teman di Indonesia, yang sebagai salah satu negara  pengguna facebook terbanyak, telah banyak berkontribusi untuk perkembangan situs jejaring sosial ini. Berdasarkan estimasi Forbes, masuknya facebook ke bursa saham bernilai  17,5 Miliar $ bagi sang CEO, Mark Zuckerberg. Sebetulnya, sebelum IPO (Initial Public Offering) Facebook di-file-kan oleh Mark Zuckerberg, gwe sudah sempat berandai-andai, “kapan ya facebook go public (masuk ke bursa saham)?”. Anehnya, ketika andai-andai-an gw akhirnya mendekati realita, alis gw justru melonjak naik makin mendekati jidat sambil menganga bertanya-tanya. Yah, fantasi terkadang sulit dinalar sebagai realita.

Anyway, setelah membaca dan mengenal tema ini lebih jauh, gw tergerak untuk menuangkan sedikit isi kepala gwe, sebelum besok, tema ini kemungkinan menjadi lebih booming di twitter, blog atau facebook sendiri ;p. I’ll let myself feel free to explain my thoughts as simple as i can..

KENAPA FACEBOOK HARUS GO PUBLIC?

S.E.C

Terlepas dari kontroversi go public facebook dan pertanyaan, apakah facebook akan berhasil “berteman” dengan wall street, setelah browsing kilat lihat sana sini, gw yakin alasan utama facebook mem-file-kan IPO nya adalah SEC (Securities and Exchange Comission Rule), yang singkat ceirta, aturan ini mewajibkan Facebook sebagai perusahaan swasta (privately held company) dengan lebih dari 500 shareholder untuk melaporkan detail keuangan (financial reports) per kuartal dan per tahun. Sepertinya Zuckerberg cs, berusaha menghindari aturan ini, yang tampaknya akan memberatkan mereka.

KARYAWAN FACEBOOK

Alasan kedua yang menjadi advantage facebook go public adalah “kemakmuran karyawannya”. IPO facebook ini akan sangat membawa berkah bagi karyawan  perusahaan yang markas awalnya berbasis di  kamar asrama Harvard. See, saham, sebelum dipasarkan mengalami banyak proses (seperti penetapan harga, konsorsium dsb) yang terjadi di dua macam pasar: Primer dan lalu sekunder. Di pasar primer terjadi misalnya jual beli saham/hak jual beli saham bagi investor/shareholder -sebelum saham muda(baru) dijual di bursa saham- ketika suatu perusahaan terbuka mengadakan peningkatan modal.  (Yang berpartisipasi dapat mempertahankan hak suara/suara bunga-nya, dan yang tidak berpartisipasi punya option untuk kehilangan/kekurangan hak bunganya atau ikut “setengah-setengah” dengan melakukan misalnya: operation Blanche).

Di pasar primer (intern sebelum go public) inilah para karyawan facebook punya kesempatan untuk membeli calon saham dengan harga lebih rendah dari harga yang dipatok di bursa /pasar sekunder (setelah go public). For the record, facebook mempekerjakan 3.200 orang, tercatat akhir tahun 2011.

RISIKONYA?

BAGI FACEBOOK

Singkat kata, sebagai salah satu perusahaan paling hot di dunia saat ini (di samping Apple tentunya ;) ), Facebook harus bisa me-maintain work out nya, supaya hotness nya setelah go public tetap atau lebih everlasting, di satu sisi menjadi lebih inovatif di publik dan menjadi accountable & answerable bagi shareholder DAN PENGGUNA FACEBOOK di sisi lainnya.

BAGI FACEBOOK-ER

Nah! Gw rasa apa yang gw pikir juga pasti terlintas di kepala kalian…

ADVERTISING

Akan lebih banyak iklan “nongkrong” di facebook.  Jelas ini akan terjadi. Sebagai perusahaan go public, Facebook punya kewajiban untuk memuaskan pemegang saham, dengan “jaminan” untuk tetap stabil dan tumbuh. Shareholder butuh bukti terukur dan tertulis. Salah satu yang gwe pelajari dalam-dalam selama internship gw tahun lalu adalah mengukur ADVERTISEMENT IMPRESSIONS, CLICK RATE dsb. Impression iklan inilah yang akan menjadi bekel-rantang para shareholder, yang memeprtaruhkan hartanya di “FB” (Nama go public Facebook).

FACEBOOK PREMIUM MEMBERSHIP

Sebagai sesama perantau dunia maya, kita pasti sering melihat tawaran-tawaran „Become Premium member?“, misalnya di platform-platform download. Sejauh ini, Facebook mematok harga jasanya sejauh alamat email, walaupun, jejaring sosial (yang sudah go public) lain seperti LinkedIn telah membuktikan bahwa konsep premium dan non premium ini bisa memberikan kestabilan bagi mereka. Dan gwe cukup yakin, bahwa penggila facebook, yang per harinya menghabiskan waktu berjam-jam nongkrong di timeline facebook, pasti akan (ada banyak) berminat untuk membayar sejumlah uang bulanan untuk mendapatkan kelebihan extra dalam club premium, yang tidak ditawarkan di non-premium-facebook-account.

Buktinya?

“Fish Creidts”/ “Facebook Credits”, yang menjadi boost bagi “gamer facebook”. Dengan modal paypal atau kartu kredit, banyak pasti dari kita yang (sudah pernah) rela menggesek kartu kita demi mempercepat naik level atau mendapatkan item-item tertentu. Kalau ini saja sudah dengan “sukarela” berjalan, kenapa tidak Premium Account?

“Website XX:  You can log in with your Facebook account”

Facebook akan berupaya untuk meningkatkan keterlibatan mereka perusahaan-perusahaan lain. Dengan berkembangnya potensi investasi di facebook, Facebook akan punya tendensi untuk menggaet perusahaan-perusahaan lain untuk memungkinkan pertumbuhan investasi mereka, sehingga  bagi user seperti kita, kita akan melihat bahwa segala aktivitas kita di internet akan berhubungan dengan facebook, misalnya log in di beberapa website dengan account facebook kita, seperti halnya yang terjadi pada GOOGLE setelah mereka go public. Bisa kan kita log in di you tube dengan account google kita? Oh yes, I know it for sure, because my name always stays on the right top of my youtube page, inspite of the fact that I forgot my You tube account (password). I  only remembered my google account.

So.. Bagaimana pengguna Facebook? Akankah kita dengar respon dari kalian? Bagaimana pun, bagi generasi Y, Facebook telah ikut membesarkan kita. Hehe.. Yang pasti apa pun, ujung dari IPO ini, rencana go public facebook telah menjadi satu topik blogging yang menyenangkan bagi gw untuk menemani nutrisari gw malam ini. Sisanya, terserah Zuckerberg cs. Kita tunggu tanggal mainnya beberapa bulan lagi.

Cheers and good night!


Uneg-Uneg Amatiran: Project Management

Terinspirasi dari Mr. X,

“Hey, you’re (i thought) smarter, older and (you said) more experienced, I can see your small mistake and missteps that brought everyone down, why can’t you?”

Metode Diagram (Eng: The Precedence Diagram Method) merupakan alat dengan fungsi penjadwalan kegiatan dalam project planning. Dengan menggunakan alat ini, sebuah proyek dapat direncanakan sedemikian mungkin sehingga prosesnya, dari awal sampai akhir berjalan efektif efisien. Metode ini mempermudah kita untuk melihat sebuah proyek (out of the box), terlepas dari banyaknya single item dalam proyek tersebut, melalui pengaitan kegiatan (item) satu dengan lainnya, yang menunjukkan dependensi (keterkaitan) satu kegiatan dengan yang lainnya.

Referensi internet mengenai metode ini, maupun project management secara general begitu minim dalam bahasa Indonesia, terlepas dari kegunaannya yang begitu basic dan bermanfaat dalam project planning. Oleh karena itu, saya pikir, gak ada salahnya untuk membagikan sedikit tentang tema ini kepada sesama kita (terlebih kepada student) yang membutuhkan, semoga bermanfaat.

Waktu yang saya habiskan untuk mempelajari dasar dari metode ini tidak kurang dari 6 bulan. Sangat disarankan bagi project planner, yang punya keinginan untuk menambahkan “kualitas, presisi dan stabilitas” dalam proyek dan dalam perencanaan proyek untuk lebih lanjut mencari informasi lewat buku-buku yang pasti beredar bebas di Indonesia.

banyak dari kita yang pasti berpikir, “Buat apa sih repot-repot mempelajari hal seperti ini? Buang waktu, buang tenaga, buang duit! Semua itu akan tetap berjalan dengan segala insting.” Ya sih, kalau dilihat dari satu sudut kecil dari bigger picture yang ada. Kita ibaratkan saja, bahwa proyek dan segala perencanaannya adalah “nyetir mobil”. Dan metode ini adalah “memakai sabuk pengaman”. Mungkin dari 10 kali menyetir mobil, anda mengalami 1 kali kejadian yang akhirnya memaksa anda berpikir bahwa “yah sabuk pengaman ada gunanya juga”. Ada juga banyak yang begitu beruntung, belum pernah mengalami “kegunaan sabuk pengaman” dan punya tendensi untuk tidak memakai sabuk pengaman. Kalau mau dipikir dengan sangat mudah, apa salahnya kita belajar dan membiasakan diri mengenakan sabuk pengaman, sehingga kita tidak perlu mengkhawatirkan keselamatan kita dalam hal-hal seperti kecelakaan, tabrakan dan lain-lain, yang sebetulnya terjadi tanpa direncanakan, diharapkan, bahkan pada saat kita sangat berhati-hati sekalipun. Demikian juga dengan perencanaan proyek yang baik dan benar.

hasil pengamatan saya baik sebagai ekstern maupun ketika terjun langsung ke proyek, menunjukkan bahwa banyak sekali proyek yang direncanakan dengan “asal” maupun secara “tidak utuh”. Tidak utuh artinya, dilihat dari satu/beberapa sisi saja, misalnya hanya sisi keuangan saja (Cash flow cs). Efeknya bisa bervariasi, dari mulai proyek tersendat-sendat, tidak selesai tepat waktu, kualitas hasil proyek tidak optimal maupun tidak fokus dengan inti proyek (banyak mimpi).

Padahal, dengan perencanaan proyek yang optimal (misalyna dengan menggunakan Precedence Diagram ATAU BAHKAN HANYA SEKEDAR LOGIKA BERPIKIRNYA SAJA), kita bisa menghindari banyak “kecelakaan” dalam proyek yang sebagian besar diakibatkan secara langsung/maupun tidak langsung oleh perencaan ala kadarnya. Misalnya, dengan merencanakan slack time.

Contoh:

Kita kedatangan seorang tamu, yang akan kita suguh dengan sepiring nasi goreng. Proyek kita adalah memasak nasi goreng. Prognosa waktu yang akan habis digunakan untuk memasak nasi goreng adalah 30 menit, termasuk membeli bahan, menyiapkan dan memasak. Kalau kita menyisakan slack time (misalnya 5 menit) secukupnya untuk setiap kegiatan, tidak akan ada masalah dengan “malu” bahwa nasi goreng tersebut menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sebelum disajikan kepada si tamu, atau lebih parah, tamu kita “menderita kelaparan”. Dengan slack time, kita mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, warung tutup dan kita harus jalan lebih jauh untuk membeli bahan, kompor mati karena gas habis, dan kita harus mengganti gas yang habis, dan sebagainya.

Begitu juga dalam realita, banyak dari kita (termasuk saya) yang kerap meremehkan hal-hal yang kita sebut “faktor-X”, yang kadang bisa memperlama proyek atau bahkan mengurangi kualitas result proyek tersebut. Kita hanya akan tahu bahwa kita lack of good project planning, ketika kita mengalami faktor x yang mengganggu kelancaran proyek kita. Jika ada siapa yang belum pernah mengalami “kenaasan” sedemikian, pilihannya hanya dua: Perencanaan proyeknya memang optimal, atau anda memang terlahir dengan keberuntungan. Faktor X bisa datang kapan saja dari mana saja. Meremehkan hal-hal yang bisa mengancam proyek kita, bukanlah hal yang bijak, dan pasti akan kita sesali.

Tidak ada salahnya dicoba, kok. Anda bisa mulai “merapihkan” perencanaan proyek dengan mencoba trial 30 hari program project management, pinjam buku bertema project management di perpustakaan atau mulai browsing di internet mengenai tema terkait. Bagaimana pun juga, uneg-uneg yang saya tulis dalam 5 menit terakhir ini,bukan sesuatu yang bisa “mencelakakan” kita. Kita akan tahu manfaatnya, setelah mencoba dan berhasil menggunakannya.

Sedikit uneg-uneg dengan siratan informasi .. semoga bermanfaat.

Pic-Source: http://notesfromkris.com


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.